BORNEONEWS, Sampit - Warga menduga blangko yang dibagikan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak mencapai 500, karena mereka hanya sekitar 2 jam antre sudah dinyatakan habis.
"Kalau 500 blangko tidak mungkin, karena baru 2 jam antre sudah habis," ujar Novita, warga yang ikut antre, namun tidak mendapatkan blangko, Senin, 6 Januari 2020.
Ia meminta Dukcapil lebih transparan dalam membagikan blangko KTP-e. Karena selama ini masyarakat rela antre untuk mendapatkannya, namun ujung-ujungnya masih banyak yang tidak kebagian.
"Masyarakat dituntut memiliki KTP-e, namun saat membuat malah dipersulit," katanya.
Sementara itu Bupati Kotim beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa blangko yang disipakan pemerintah pusat sangat terbatas. Tidak sesuai dengan kebutuhan daerah.
"Yang tersedia setiap tahun hanya sekitar 100 blangko saja, sedangkan di Kotim yang menunggu dan hanya memiliki KTP sementara sudah mencapai 28.000," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








