BORNEONEWS, Sukamara - Bupati Sukamara, Windu Subagio mengatakan Jembatan Jelai saat ini hanya berfungsi sebagai sebagai lokasi swafoto bagi masyarakat.
"Kabupaten Sukamara sudah mengeluarkan uang Rp 50 miliar, itu diluar kontruksi bajanya. Paling tidak uang yang ada dijembatan itu sekitar Rp 80 miliar," ucapnya, Rabu, 8 Januari 2020.
Manfaat dari jembatan belum dirasakan masyarakat, sehingga jembatan ini hanya dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat bersantai dan swafoto.
"Bayangkan kalau itu hanya menjadi sebagai tempat selfi, itu akan menjadi tempat selfi termahal," ujarnya.
Bupati berharap pembangunan Jembatan Jelai bisa kembali dilanjutkan agar jembatan penghubung antara dua kabupaten dan dua provinsi tersebut bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
--page
"MoU jembatan ini sejak2005, dan sekarang 2020, berarti sudah 15 tahun sejak MoU ditandatangi, mulai pembangunan dan terhentinya pembangunan," tututnya.
"Pembangunan jembaran ini, dua bupati, dua gubernur menandatangi MoU ini, DPRD Kabupaten Sukamara dan DPRD Kabupaten Ketapang juga sudah ikut tandatangan. Jadi tidak ada alasan, karena uang yang sudah keluar juga lebih 3/4 nya," tukasnya. (NORHASANAH/B-6)








