PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diajak merawat dan menjaga, nama baik ikon Kota Pangkalan Bun yaitu Bundaran Pancasila, dengan tidak melakukan tindakan yang senonoh dan melnggar hukum di lokasi tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Perlindungan Anak, DP3AP2KB Kobar Eni Pudji Rahayu setelah diinformasikan ada kasus pemerkosaan dan penganiayaan yang terjadi di lokasi sekitar Bundaran Pancasila.

Menurutnya, akibat dari peristiwa tersebut ikon Kota Pangkalan Bun yakni Bundaran Pancasila membuat namanya tercoreng.

"Saya inginkan kepada masyarakat agar Bundaran Pancasila Itu dijadikan kebanggaan, ikon atau andalnnya orang Kobar, jangan dinodai, jangan dibuat rusuh perbutan yang tidak senonoh," ucapnya, Kamis, 9 Januari 2020.

Disampaikan jika nama baik ikon kota Pangkalan Bun ini telah dijaga dengan baik selama ini. Tiba - tiba tercoreng dengan kasus yang tidak semestinya terjadi.

--page

"Ikon Kota Pangkalan Bun itu untuk persiapan penilaian Kota Layak Anak (KLA) pada Maret 2020, kadi saya mohon banget kepada semuanya, bersama jaga nama baik Bundaran Pancasila dan Ikon kota lainnya," ungkapnya.

Keindahan kota tidak akan sebanding jika tidak dibarengi dengan akhlak mulia masyarakatnya atau generasi penerusnya. Oleh karena itu jaga dan rawat apa yang telah dibangum oleh pemerintah.

"Gunakanlah ikon kota atau ataman yang ada ini dengan kegiatan yang positif, sehingga namanya akan baik dan membanggakan," tandasnya. (DANANG/B-6)