BORNEONEWS, Muara Teweh - Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Utara, H Siswandoyo mengatakan bahwa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) memiliki 3 fase, yaitu fase demam, kritis, dan pemulihan.
"Ketiga fase demam berdarah ini penting sekali untuk dipahami agar dapat dilakukan penanganan secara optimal," katanya, Senin, 13 Januari 2020.
Siswandoyo menjelaskan soal tiga fase DBD. Pertama, fase demam berdarah yang terjadi setelah virus mulai menginfeksi. Gejala paling khas yang muncul pada fase ini adalah demam tinggi lebih dari 40º celsius yang muncul tiba-tiba. Demam tinggi biasanya berlangsung selama 2-7 hari.
Kedua, fase kritis. Setelah melewati fase demam, orang yang sakit demam berdarah tersebut rentan mengalami fase kritis yang mengecoh.
“Fase kritis ini disebut mengecoh karena ditahap ini demam akan turun drastis hingga ke suhu tubuh normal (sekitar 37 ºC) sehingga penderita merasa sudah sembuh. Beberapa orang bahkan ada yang sudah kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.
--page
Kemudian fase ketiga, apabila pasien demam berdarah sudah berhasil melewati fase kritis, umumnya akan kembali mengalami demam. Namun, hal ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Fase ini justru menandakan ia akan segera sembuh.
Pasalnya seiring demam naik lagi, trombosit juga akan perlahan ikut naik ke taraf normal. Cairan tubuh yang tadinya turun selama dua fase pertama juga pelan-pelan mulai kembali normal pada 48-72 jam setelahnya.
“Masa penyembuhan juga dapat dilihat dari peningkatan nafsu makan, sakit perut yang mereda, serta rutinitas berkemih yang juga kembali normal. Secara umum, orang yang sakit DBD bisa dikatakan akan sembuh jika jumlah trombosit dan sel darah putihnya kembali normal setelah dites,” tutur Siswandoyo. (RAMADHANI/B-7)








