SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara -  Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi berharap  cara pemerintah desa (Pemdes) memperkuat Pemantauan dan evaluasi dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan dalam upaya pencegahan stunting.

"Desa melakukan sinkronisasi dalam perencanaan dan penganggaran program dan kegiatan pembangunan desa untuk mendukung percepatan stunting," harap H Ahmadi, 20 Jamuari 2020.

Ahmadi mengingatkan,  agar pemerintahan desa dapat memastikan setiap sasaran prioritas menerima dari manfaat paket layanan investigasi gizi prioritas.

"Implementasi kegiatan dapat dilakukan bekerjasama dengan Kader Pembangunan Manusia (KPM), pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH), petugas Puskesmas dan bidan desa serta petugas Keluarga Berencana (KB)," ujarnya.

"Pemerintah Desa juga harus memperkuat Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pelayanan kepada seluruh sasaran prioritas," pintanya.

--page

Dalam upaya percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Sukamara perlu kerja sama semua pihak sehingga angka stunting bisa menurun.

Diketahui, untuk versi Dinas Kesehatan Sukamara angka kejadian 23 persen, sementara sesuai dengan Riset Kesehatan Dasar (Rikesdes) tahun 2018 24,9 persen, sehingga diperkirakan sebanyak 859 anak di Kabupaten Sukamara menderita stunting. (NORHASANAH/B-5)