BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul menyampaikan belum ada kenaikan penderita demam berdarah dengue (DBD) secara bermakna di musim pengujan.
Menurutnya, musim penghujan seperti saat ini memang sangat erat sekali hubungannya dengan nyamuk. Namun pihaknya belum menerima adanya laporan mengenai peningkatan jumlah penderita DBD.
Ia menambahkan jika Kalteng ini merupakan wilayah endemis DBD sehingga kasus DBD setiap bulannya pasti ada. Hanya saja untuk peningkatan biasanya terjadi di waktu tertentu saja.
"Untuk DBD tiap bulan ada kasusnya, karena wilayah kita ini adalah emdemis DBD, meskipun kemarau tetap ada. Hanya saja ada peningkatan pada masa tertentu. Namun sampai saat ini kami belum menerima data apapun dari kabupaten, kota yang menunjukan adanya peningkatan yang bermakna," ujar Suyuti, Senin, 20 Januari 2020.
Ia menambahkan, selain penyakit yang disebabkan oleh nyamuk seperti DBD, musim penghujan juga menimbulkan penyakit lainnya. Seperti halnya penyakit kulit.
--page
"Selain DBD musim penghujan seperti ini juga bisa menimbulkan penyakit yang berhubungan dengan kulit, karena genangan air menimbulkan jamur yang menyebabkan penyakit kulit," pungkasnya. (AGUS/B-7)








