SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Riskon Fabiansyah  mendorong agar upaya pencegahan dan penanggulanagan dari wabah dari Demam Berdarah Dengue (DBD) harus diantisipasi. 

Menurutnya jangan biarkan wabah itu menyerang warga Kotimm dan ini tentunya melalui upaya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kotim.

Diungkapkannya, Kotim  termasuk daerah endemis demam berdarah, khususnya di pusat Kota Sampit. Hampir setiap musim hujan, penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti itu muncul dan mengancam keselamatan masyarakat.

"Saat musim hujan seperti saat ini, nyamuk dengan mudah berkembang biak karena banyak genangan air. Selain tempat penampungan air, nyamuk bahkan bisa berkembang biak hanya dengan memanfaatkan air yang terkandung dalam barang bekas dan sampah seperti kaleng, plastik dan lainnya," kata Riskon, Selasa, 21 Januari 2020.

Dari itu kata dia pemerintah bersama dengan masyarakat harus mengupayakan pencegahan di setiap lingkungan masyarakat. Jangan sampai wabah peyakit berbahaya itu muncul dan menyerang masyarakat.

--page

Menurut Riskon, upaya pencegahan jauh lebih penting dibanding penanggulangan ketika muncul penyakit demam berdarah. Pencegahan justru harus diutamakan agar penyakit ini diupayakan tidak sampai muncul. 

"Tidak kalah penting lagi adalah keterlibatan dan kepedulian masyarakat untuk mencegah penularan demam berdarah dengan cara membersihkan lingkungan masing-masing," tegasnya.

Menurut dia memberantas sarang nyamuk melalui pembersihan lingkungan dengan membersihkan, menguras, menutup dan mengubur tempat yang bisa mengandung air adalah cara efektif untuk mencegah munculnya penyakit demam berdarah.

Pencegahan ini kata dia salah satunya dengan cara mengaktifkan semua lingkungan untuk bebas dari sampah terlebih sampah yang bisa menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk tersebut, selain itu juga harus dilakukan fogging paling untuk membunuh nyamuk-nyamuk yang sudah ada. (NACO/B-5)