BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejak awal Januari 2020 hingga saat ini, ternyata Damkar Kotawaringin Barat (Kobar) sudah melakukan 17 kali operasi tangkap tawon (OTT) diberbagai pemukiman warga.
Menurut Kasi Penyelematan dan Evakuasi Korban Damkar KobarAgus Suhartono, Rabu, 22 Januari 2020 anggota Damkar Kobar harus berulamg kali berhadapan dengan tawon ndas atau vespa affinis.
"Diduga lantaran terjadinya pergantian musim dari musim kemarau ke musim penghujan, sehingga tawon tersebut massif membuat sarang diberbagai tempat ,” jelas Agus.
Agus menjelaskan dari berbagai laporan tersebut masih ada 2 yang masih belum bisa dilakukan OTT.
"Kedua sarang tawon ndas tersebut terdapat di trafo jaringan tegangan menengah milik PLN. Lokasinya berada di Jalan Gusti Muksin Kelurahan Baru dan Jalan Mak Jambek RT 4 Kel. Raja Seberang," jelas Agus.
--page
Karena lokasinya yang berada di gardu jaringan listrik, lanjut Agus, pihaknya belum berani melakukan aksi OTT.
"Sebelum ada persetujuan dari PLN, kami belum berani lakukan tindakan. Karena pertimbangannya adalah lokasi OTT yang sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal bagi keselamatan anggota kami," jelas Agus.
Tentunya menurut Agus, tindakan OTT bisa dilakukan setelah aliran listrik sudah diputuskan.(WAHYU KRIDA/m)








