BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Rinie A Gagah mendukung pengaktifkan dermaga milik Pemkab Kotim di Desa Pelangsian, Kecamatan MB Ketapang.
Sebab jika dermaga itu dikelola dengan baik akan membawa pendapatan bagi kas daerah. Disisi lain ia juga meminta menertibkan pelabuhan yang tidam berizin.
"Saya sudah melakukan kunjungan ke daerah dermaga itu bersama dengan anggota DPRD lainnya, termasuk ke pelabuhan milik masyarakat," kata Rinie, Rabu, 22 Januari 2020.
Dia menilai keberadaan pelabuhan di daerah permukiman penduduk sudah tidak baik. Maka dari itu kedepannya dia berharap aktivitas pelabuhan itu didorong untuk beraktivitas di dermaga milik pemerintah.
“Saya menilai sudah saatnya aktivitas bongkar muat itu memang diarahkan ke dermaga pemerintah," ungkap Rinie.
--page
Rinie menyebutkan dengan aktivitas bongkar muat di pelabuhan milik pemerintah ini juga memudahkan pengawasan terhadap barang yang masuk dan keluar dari Kotim.
Saat ini, pelabuhan tikus ditenggarai sebagai jalur masuknya barang-barang ilegal seperti narkoba hingga minuman keras yang tidak bercukai.
“Maka dari itu kami akan bicarakan bersama dengan pemerintah, bagaimana agar pelabuhan milik pemerintah ini bisa maksimal. Sekalian pelabuhan-pelabuhan yang tidak berizin bisa ditertibkan Bersama pihak terkait," kata politisi PDI Perjuangan Kotim itu.
Diketahui, di wilayah Baamang dan Ketapang banyak pelabuhan milik masyarakat. Pelabuhan itu digunakan untuk aktivitas bongkar muat. Keberadaannya ditengah permukiman memicu cepatnya rusak infrastruktur jalan di permukiman itu. (NACO/B-5)








