SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Produksi sampah rumah tangga di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) cukup tinggi. Bahkan mencapai 100 - 120 ton per harinya. 

"Itu berdasarkan volume sampah yang dibuang ke depo, atau yang dikumpulkan petugas dari tumpukan bekas TPS dalam Sampit," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, Sangggul Lumban Gaol, Jumat, 24 Januari 2020. 

Jumlah tersebut belum termasuk sampah yang dibuang sembarang baik ke dalam selokan, semak-semak, atau sungai. Apalagi, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah. 

"Kalau semua masyarakat di Sampit ini membuang sampah ke depo dan TPS 3 R, bisa saja volumenya lebih meningkat lagi," kata Sanggul. 

Dia menjelaskan, volume sampah tersebut diketahui, karena setiap harinya ada 15 truk yang mengangkut sampah dari depo ke tempat pembuangan akhir (TPA). Dalam satu truk, bisa mengangkut 4 hingga 5 ton sampah. Dan truk tersebut bisa melakukan 2 kali pengangkutan. 

Pihaknya saat ini juga terus berupaya memberikan penyadaran kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya. Sehingga, kebersihan dalam kota selalu terjaga dengan baik. 

"Mudah-mudahan kedepan, masyarakat semakin sadar dan memerhatikan kebersihan lingkungan," harap Sanggul. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)