BORNEONEWS, Tamiang Layang - Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, membagikan kisah masa mudanya. Salah satunya, perjuangan keluar dari kemiskinan berkat doa dan kerja keras.
"Saya dulu sangat miskin, yang tidak makan berhari-hari sudah saya alami," kata Sugianto dalam kunjungan kerja ke Barito Timur, Sabtu tadi.
"(Waktu remaja) berjualan kue, es lilin, dan pisang goreng itu sudah biasa," imbuhnya.
Sugianto bercerita, orangtuanya bangun jam 1 pagi membuat wadai atau untuk-untuk. Sementara dia sendiri, jualan es lilin yang harganya saat itu masih 10 rupiah. Sedangkan kue hasil orangtuanya, dijual 20 rupiah.
Kakaknya Agustiar yang hadir dalam kegiatan peresmian itu menjadi saksi kehidupan masa kecil mereka yang sulit. Bahkan berjualan kayu bakar sudah merupakan kegiatan yang biasa baginya saat itu.
--page
"Alhamdulillah, berkat doa yang baik dari kakek, orangtua, dan dengan kerja keras, kami berhasil keluar dari kemiskinan," kata Sugianto.
Di antara mereka bersaudara, saat ini ada yang menjadi pengusaha, anggota DPR, anggota DPRD Kalteng, dan Sugianto Sabran yang menjadi Gubernur Kalimantan Tengah.
"Jadi saya mengajak bapak ibu mulai dari sekarang, doakan anak-anak kita agar sukses. Sama dengan orang tua saya mereka berjuang dan berdoa agar anak-anaknya keluar dari kemiskinan, sekarang mereka menikmati hasilnya," lanjut Sugianto.
Masa remaja yang penuh perjuangan bahkan membuat dirinya tidak menikmati masa remaja seperti teman sebayanya, yang pada usia SMA sudah pacaran.
"Padahal saya saat itu ketua OSIS, saya tahu saya belum punya penghasilan jadi saya tidak pacaran, ini yang perlu kita ajarkan kepada anak-anak kita," kata Sugianto.
Dia juga mengingatkan agar kesulitan ekonomi tidak dijadikan penghalang untuk anak-anak menempuh pendidikan yang tinggi, karena sudah ada berbagai jenis beasiswa yang disediakan pemerintah seperti Beasiswa Kalteng Berkah. (BOLE MALO/B-11)








