BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Riskom Fabiansyah mengingatkan agar pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setempat mengantisipasi adanya jalur pelabuhan yang masuk ke Kotim. Terutama mereka yang berasal dari Anak Buah Kapal (ABK).
Pasalnya, Kotim merupakan salah satu persinggahan kapal dari luar Negeri, khususnya di daerah muara pantai, karena itu dikhawatirkan jika kapal itu bersama ABK membawa bibit virus corona tersebut.
Menurut Riskon harus diwaspadai dengan masuknya orang luar melalui jalur pelabuhan. Maka dari itu dirinya berharap upaya pemerintah setempat harus mempersiapkan diri melalui rumah sakit yang sudah ada dan ditunjuk pemerintah pusat untuk penanganan ketika ada indikasi masuknya virus ini.
Riskon juga menyebutkan agar semua pihak aktif melakukan pemeriksaan kesehatan terutama kepada penumpang dipelabuhan dan bandara sebagai upaya pencegahan menyebarnya virus.
Riskon khawatir paling rentan ini jalur laut, karena pengawasan untuk masuk ke areal Sampit disinyalir tidak seketat melalui jalur penerbangan udara.
--page
“Saya melihat yang rawan ini sebenarnya di pelabuhan, maka dari itu ABK yang berasal dari luar itu harus diperiksa dan dicek kondisinya di kapal laut, jangan sampai masuk ke daerah pelabuhan membawa virus," ucapnya, Senin, 27 Januari 2020
Sampit merupakan salah satu dari 19 kota yang ada di Indonesia yang rawan menjadi pintu masuk dari virus corona tersebut. Dia masuk melalui jalur laut, sebab perairan di Sampit salah satu titik berlabuhnya kapal-kapal besar milik Cina untuk mengangkut hasil-hasil sumber daya alam. (NACO/B-5)








