SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Total kerugian akibat 3 rumah terbakar di Desa Tangar, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diperkirakan mencapai Rp 250 juta. 

"Kerugian materi kita perkirakan Rp 250 juta," ujar Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kapolsek Mentaya Hulu Ipda Affandi Winata, Kamis, 30 Januari 2020. 

Kerugian ini memang cukup besar, karena bukan hanya 3 rumah berkontruksi kayu saja yang terbakar, namun sejumlah barang berharga milik ketiga korban juga ikut ludes terbakar. 

Ke 3 rumah tersebut merupakan milik Toton, Rudianto, dan Sengseng. Ukuran rumah Toron sendiri yakni 5 m x 8 m. Sedangkan Rudianto 5 m x 10 m. Adapun Sengseng berukuran 6 x 10 meter. Semua banguna berkontruksi kayu, dan ketiganya juga ludes terbakar. 

Sementara, kebakaran 3 rumah tersebut diketahui pertama kali oleh Toton. Saat dirinya bangun pada Kamis, 30 Januari 2020 pagi, melihat api yang muncul dari bagia tengah rumah Rudianto, sehingga dirinya langsung meminta tolong kepada warga sekitar. 

--page

Namun karena api dengan cepat membesar, membuat upaya pemadaman oleh warga sia-sia. Sehingga api dengan cepat melalar ke rumah Toton dan juga Sengseng. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut. 

"Kejadian kebakaran ini masih kami dalami, polis line juga sudah kami pasang di lokasi kejadian," terang Affandi. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)