SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pengembangan padi organik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus dilakukan, terutama di daerah selatan guna menghasilkan produksi pangan yang lebih sehat untuk dikonsumsi masyarakat.

"Kami terus mengembangkan padi organik dan beberapa desa di wilayah selatan sudah mulai melakukan pengembangan padi organik," ujar Kepala Dinas Pertanian Kotim, I Made Dikantara, Kamis, 30 Januari 2020. 

Saat ini sudah ada 1.500 hektare padi organik yang dikembangkan dan akan terus ditingkatkan, karena cara ini sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Kotim. 

Karena dengan mengembangkan padi organik akan memberikan dampak baik pada kesehatan pengonsumsinya.

"Dengan konsumsi pangan yang sehat dan salah satunya beras hasil padi organik, maka tingkat kesehatan akan semakin meningkat," terangnya. 

--page

Saat ini tingkat harapan hidup masyarakat Kotim masih di bawah Kota Palangka Raya yakni 69 tahun, sehingga masih rendah dan diharapkan bisa ditingkatkan lagi. Dengan cara konsumsi pangan yang sehat seerti beras dan sayuran dari hasil organik. 

"Jika semuanya sudah berjalan dan petani di Kotim ini sudah mengembangkan padi organik. Diharapkan angka harapan hidup bisa bertambah menjadi hingga 72 sampai 73 tahun," ungkapnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)