PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kobar Achmad Rois mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi hebohnya terkait penyebaran virus corona.

Menurut dia, yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona sesuai arahan Menteri Kesehatan, yang pertama adalah untuk membangun sikap tidak boleh panik, kemudian yang kedua kewaspadaan dan kesiagaan.

“Masyarakat jangan panik, sepanjang telah memahami gejala, karakteristik serta cara-cara pencegahannya, masyarakat penting melakukan beberapa antisipasi secara mandiri, terhadap ancaman penyebaran virus corona ini," ujarnya, Kamis, 30 Januari 2020.

Ia juga menyampaikan, terdapat beberapa tip yang bisa dilakukan untuk mencegah virus corona. Yakni dengan membiasakan diri melakukan cuci tangan yang bersih dengan sabun antiseptik, terutama setelah habis bepergian. 

"Sebab tangan kita kan sering menyentuh pegangan pintu, pegangan tangga dan lainnya, maka dikhawatirkan tangan kita bisa terkena virus. Kemudian jika mengalami gejala demam, batuk  segera periksakan diri ke pelayanan kesehatan," tuturnya.

--page

Untuk itu, masyarakat agar menjaga kesehatannya, mendapat asupan gizi yang seimbang, menjaga kebugaran serta pakai masker saat keluar rumah.


Dlanjutkannya, saat ini pihak dinkes tengah melakukan Surveilans tetap, yaitu melakukan pemantauan terhadap orang-orang yang masuk ke Kobar melalui jalur udara ataupun laut, dengan berkoordinasi terhadap intansi terkait.


Oleh karena itu, pada saat orang yang mempunyai riwayat dari daerah terjangkit, maka harus diilakukan pemerikasaan secara mendalam. Dinkes Kobar sudah bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) agar mengoptimalkan Thermal Scanner untuk mendeteksi suhu pendatang yang lebih dari 38 derajat celcius, itu salah satu gejala dari Virus Corona.

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan RSUD Sultan Imanuddin, untuk menyiapkan ruangan isolasi Suspect Corona untuk penanganan pasien Suspect Corona, serta Dinkes Kalteng untuk pemenuhan logistik dan perlengkapan untuk keperluan penanganan.

"Berdasar surat edaran dari Kemenkes tentang penyebaran virus, penanganan dan antisipasi juga sudah disampaikan ke seluruh puskesmas, sehingga puskemas mempunyai kesiagaan dan kewaspadaan yang sama ketika terjadi penyebaran Virus Corona ini," ungkapnya.

--page


Meskipun di Indonesia belum ada kasusnya, namun Pemerintah saat inu melakukan surveilans ketat, dengan memantau penyakit yang mirip dengan corona virus. Surveilans ketat yang dilakukan adalah melakukan pengecekan dan pemantauan secara ketat penyakit-penyakit yang gejalanya mirip dengan Virus Corona.

"Kita lakukan pemantauan secara mendalam, terkait riwayat perjalanan dari wilayah mana, apakah dari wilayah terjangkit atau tidak," pungkasnya. (DANANG/B-5)