BORNEONEWS, Kasongan - Gara-gara harga daging ayam potong di pasaran selama ini di Kasongan dinilai tinggi, warga mulai ramai-ramai memelihara ayam broiler itu.
Namun untuk memelihara ayam ras skala banyak atau besar membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terutama untuk membuat kandang, tempat pakan, minum, bibit dan lainnya seperti obat-obatan termasuk vaksin.
Meski biaya yang bakal dikeluarkan tidak sedikit, namun sudah ada beberapa warga yang telah membuat kandang ayam ras itu dengan sistim panggung.
Selain di seputaran Jalan Trans Kalimantan, kandang ayam potong berukuran besar juga mulai berdiri di jalan antara Hampangen - Luwuk Kanan.
Kemudian di tepi Jalan Soekarno - Hatta arah Kasongan - Pendahara, juga ada beberapa kandang yang sudah baru berdiri.
--page
Menurut Anto, warga Kasongan, ia sudah sejak dua bulan ini memelihara ayam potong milik juragannya.
Bahkan baru-baru ini satu kandang sudah panen. "Tapi saya gak tahu berapa harga jualnya," ujarnya.
Sementara itu selain ada yang memelihara secara pribadi, warga juga ada yang bermitra dengan pihak perusahaan.
Seperti penuturan salah seorang warga Kasongan yang enggan disebut namanya.
Menurutnya, pihak perusahaan bersedia menyuplai bibit, pakan, dan obat-obatan kepada warga yang berminat. Namun saratnya warga harus memiliki kandang dengan kapasitas lebih dari 1.000 ekor ayam.
--page
"Sekarang ini saya sedang menyiapkan kandangnya Mas," katanya.
Sementara itu dari pantauan saat ini harga daging ayam potong di Kasongan rata-rata dijual Rp 45 ribu per kilogramnya. Harga ini sudah berlangsung selama dua bulan terakhir, dari srbelumnya Rp 35 ribu per kilogram. (ABDUL GOFUR/B-5)








