BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur atau DLH Kotim, Sangggul Lumban Gaol menilai bahwa pemikiran masyarakat untuk mendekati dan menyayangi sampah masih sangat jauh.
"Dari yang kami lihat saat ini, masyarakat Sampit, tidak mau mendekati dan menyangi sampah," ujar Sanggul.
Menurutnya, sampah seakan menjadi musuh bagi masyarakat. Sehingga, mereka harus membuangnya, tanpa mempedulikan apakah pada tempatnya atau tidak. Hal itu juga masih sangat sering ditemui di perkotaan. Tumpukan sampah meninggi di tepi jalan. Sehingga merusak pemandangan dan mengeluarkan aroma tidak sedap.
Hal itulah yang ingin dirubah oleh pihaknya agar masyarakat bisa cinta dengan sampah. Salah satu yang harus dilakukan yakni membuang pada tempatnya, dan mengolah kerajinan dari sampah.
"Kalau sampah didekati, dan diolah menjadi sebuah kerajinan, maka akan membuat nilai ekonomis. Itulah yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat," kata Sanggul.
--page
Selain itu, membangun depo di perkotaan juga salah satu upaya mendekatkan masyarakat dengan sampah. Ia menyebut itu sudah berjalan hingga saat ini. Ia berharap, masyarakat bisa lebih menyayangi sampah. Paling tidak dengan membuang pada tempatnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)








