BORNEONEWS, Kasongan - Beternak ayam potong dinilai sangat menjanjikan. Pasalnya, masa panen hanya butuh waktu kurang lebih 40 hari. Apalagi, harga daging ayam potong di pasaran sejauh ini tergolong tinggi.
Hal inilah yang membuat sebagian warga Kasongan Kabupaten Katingan tertarik untuk beternak ayam broiler itu. Sebagai gambaran, saat ini harga daging ayam potong di Kasongan dan sekitarnya dipatok Rp 45 ribu per kilogram.
Di saat harga turun, biasanya daging ayam potong paling rendah hanya menyentuh Rp 30 ribu per kilogram dan tidak pernah lebih murah dari harga itu.
"Kalau saya menilai beternak ayam potong ini sebenarnya menjanjikan, sebab harga di pasaran selalu tinggi," kata Wawan, warga Kasongan, Kamis, 30 Januari 2020.
Wawan mengaku beberapa kali dirinya telah memelihara ayam potong, namun ayam yang dipelihara hanya ratusan saja, tidak sampai ribuan.
--page
Ia juga mengaku, sejauh ini ayam potong yang dipelihara dijual kepada pelanggannya. "Sebenarnya kita mau saja memelihara ayam dalam jumlah banyak, tapi kita modalnya pas-pasan, terutama untuk buat kandangnya," ungkapnya.
Sebab, lanjut dia, untuk membuat kandang dengan kapasitas mencapai di atas 2.000, membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Menurutnya, selain daging ayam, kotoran ayam juga memiliki nilai ekonomi. Salah satunya diburu para petani untuk pupuk tanaman mereka.
"Menjanjikan karena dalam setahun sebenarnya bisa panen sampai empat kali, bahkan lebih. Belum lagi kotorannya yang juga bisa dijual," tuturnya. (ABDUL GOFUR/B-7)








