KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Hingga saat ini kontribusi pajak daerah dari sarang burung walet di Kabupaten Seruyan sangat rendah, padahal dari segi potensi cukup tinggi.

Kepala Badan Pengelola Perpajakan dan Retribusi Daerah atau BPPRD Seruyan, Markus mengatakan jika dilihat dari realisasi pada 2019 dari target yang ditetapkan Rp 20 juta, namun hanya terealisasi 10 persen atau Rp 2 juta.

“Realisasi ini sangat rendah jika dibandingkan dengan jumlah bangunan sarang walet di Seruyan, “ jelas Markus, Jumat, 31 Januari 2020.

Pihaknya telah melakukan pendataan terhadap potensi dan bangunan sarang burung walet tersebar hampir merata disetiap kecamatan. Jumlahnya mencapai 900 bangunan.

“Jika dilihat dari jumlah bangunan sarang burung walet, potensinya cukup besar dalam menyumbang PAD kita, namun pada kenyataannya realisasi dari pajak ini masih sangat rendah,” katanya.

--page

Untuk itu dia kembali menggugah kesadaran masyarakat untuk aktif dan peduli melaksanakan kewajibannya dalam membayar pajak, karena seluruh sumber pembangunan berasal dari pajak masyarakat. (FAHRUL HAIDI/B-6)