SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 7 ular masuk permukiman warga di Sampit dievakuasi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur dalam sebulan terakhir.

"Dalam sebulan terakhir ini, sudah ada 7 laporan yang kami terima terkait keberadaan ular. Semuanya kami evakuasi," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, Rihel, Jumat, 31 Januari 2020.

Rata-rata ular yang mereka evakuasi jenis sanca. Namun ada juga ular yang berbahaya yakni jenis piton. Namun beruntung, tidak ada kabar ada warga yang diserang oleh satwa liar tersebut.

"Syukurnya tidak ada warga yang menjadi korban gigitan atau serangan ular ini, dan mudah-mudahan tidak ada," kata Rihel.

Sementara itu, Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit Muriansyah mengungkapkan bahwa banyaknya ular masuk ke permukiman warga, kemungkinan besar makanan di habitat mereka habis. Sehingga mencari makan hingga ke permukiman.

--page

"Kemarin kami juga mengevakuasi ular piton yang merupakan laporan dari warga. Ular tersebut tidak dilindungi," terang Muriansyah. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)