SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terutama yang tinggal di bantaran sungai-sungai, diimbau agar tidak melakukan ilegal fishing.

"Saya harap masyarakat jangan ada yang melakukan ilegal fishing. Karena merusak ekosistem dan juga biota air juga akan rusak," ujar Kepala Dinas Perikanan Kotim, Herianto, Jumat, 31 Januari 2020. 

Dirinya mengatakan bahwa sangat disayangkan kalau masih marak oknum warga yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal tersebut. Sebab, akan membuat habitat ikan di sungai habis.

Meski niatnya hanya ingin menangkap ikan besar saja, namun karena racun atau setrum yang digunakan bertenaga tinggi, akan membuat ikan kecil juga ikut mati. 

"Kalau itu terus terjadi, maka ikan sungai bisa terus berkurang nantinya. Sehingga nelayan sangat dirugikan," kata Herianto. 

--page

Ia berharap agar masyarakat sama-sama menjaga sungai agar bersih dari tindakan ilegal fishing. Sehingga ikan yang menjadi penghidupan ekonomi mereka bisa terjaga. 

"Mudah-mudahan oknum ilegal fishing tersebut tidak ada lagi. Sehingga, ikan-ikan di sungai aman dan masih menjadi sumber pendapatan masyarakat," harap Herianto. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)