PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pekan lalu Borneonews menampilkan berita berjudul "Harga Kelelawar di Palangka Raya Anjlok Pasca Viral Virus Corona" https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2905672922817911&id=136186643099900 dan mendapat banyak tanggapan dari netizen atau warganet. Hingga Sabtu, 1 Februari 2020, terbilang sudah ada 63 komentar dan dibagikan sebanyak 343 kali, padahal berita itu ditayangkan pada 30 Januari 2020.

Yang menarik, mayoritas komentar bukannya menyatakan ketakutan akan menyebarkan virus corona yang diklaim berasal dari kelelawar ini, justru dengan harganya yang murah netizen malah berencana akan memborong membeli hewan nokturnal ini di Pasar PU, Palangka Raya.

"Mumpung murah beli banyak banyak," kata akun Abd Cholid sambil memberikan efek tertawa.

Sementara akun Andreas Andika memberikan komentar dalam bahasa Dayak yang jika diterjemahkan berarti dirinya minta kelelawar itu diantar padanya di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas karen dia akan membelinya.

Selain mereka, akun lainnya juga meragukan bahwa virus corona yang sedang melanda warga di Wuhan, China itu berasal dari kelelawar atau kalong. Pasalnya menurut netizen, warga Dayak sudah turun temurun mengkonsumsi daging kelelawar atau kalong ini dan dipercaya dapat mengobati penyakit asma dan paru-paru basah.

--page

"Orang Dayak turun temurun makan paing atau bengamat ini sudah imun atau kebal kelihatannya dari semua patogen atau penyakit yang dibawa hewan ini. Dari dulu, tidak pernah mendangar kejadian orang sakit setelah memakannya. Lagipula virus corona wuhan itu baru dugaan saja dari kelelawar, tersangka lainnya ada musang, ular dan senjata biologis," tulis akun Billy Basel. (TESTI PRISCILLA/B-5)