BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Ary Dewar meminta agar tidak ada saluran khususnya di dalam kota Sampit yang tersumbat.
Karena dalam kota sangat rentan terjadi banjir, terutama daerah yang salurannya dibiarkan terhambat akibat sampah dan rumput. Ary menyebut saat musim hujan kondisi harus bersih agar air cepat keluar.
Ary juga melihat belakangan ini petugas sudah mulai melakukan pembersihan, sehingga meski hujan dengan intensitas tinggi, air cepat mengalir dan tidak menggenangi permukiman warga.
Politisi Partai Gerindra ini juga meminta agar warga punya kepedulian yang tinggi untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi banjir.
"Mulai dari tidak mendirikan bangunan di atas saluran, menutup saluran hingga membuang sampah," tegasnya, Sabtu 1 Februari 202.
--page
Ary juga mendukung langkah tegas pemkab jika ada bangunan yang sengaja menutup saluran dibongkar, karena dengan begitu akan menghambat saluran. "Terutama bangunan baru jangan diberi izin atau cabut izinnya jika sengaja menutup saluran," tandasnya. (NACO/B-6)








