JAKARTA –

INILAH.COM, Jakarta - Keberhasilan Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu 288 kilogram (Kg) di Kampung Gunung Batu, Desa Cijantra, Pagedangan, Kabupaten Tangerang patut diapresiasi.

Dalam kasus ini jajaran Ditresnarkoba Polda metro jaya sudah bertindak tegas agar tersangka tidak meloloskan diri. Sehingga Polisi menembak tiga pelaku yang berperan sebagai kurir yakni GUN, AM, dan IA. Ketiganya tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Dalam kondisi terpojok jajaran kepolisian jangan khawatir dalam melakukan penembakan terhadap tersangka, apalagi tersangka kasus narkoba," kata Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane ketika dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Minggu (2/2/2020).

Ia menjelaskan, Hanya memang jika ketiga tersangka dapat ditangkap hidup-hidup polisi akan lebih bisa mengungkap dan menangkap jaringan besar di atasnya.

"Dengan tertembaknya ketiga kurir tersebut, polisi akan kesulitan memburu dan menangkap jaringan besarnya," pungkasnya.

--page

Meski lewat mobil pembawa sabu itu polisi sesungguhnya bisa mengungkap jaringan besarnya. Pengungkapan kasus narkotika jenis sabu seberat 288 kilogram ini adalah kasus terbesar pertama yg diungkap di era Kapolda Irjen Pol Nana Sudjana yang baru berapa bulan menjabat.

"Diharapkan ke depan Kapolda Nana bisa lebih agresif lagi memburu kss narkoba. Sebab Jakarta dianggap para bandar narkoba internasional sebagai pasar potensial peredaran narkoba," harapnya.

Ia mengungkapkan, tak heran setiap saat narkoba partai besar berusaha diselundupkan ke Jakarta lewat jalur laut, darat maupun udara.

"Sikap tegas pimpinan kepolisian diperlukan untuk memerangi aksi para bandar dlm menyelundupkan narkoba ke Jakarta. Jika jajaran kepolisian tidak tegas maka Jakarta akan terus menerus jadi bulan bulanan bandar narkoba yang akan terus berusaha memasarkan barang haramnya di Ibukota," ujarnya.

Ia juga mewanti wanti keterlibatan anggota jika terdapat lengah dalam prnindakan.

--page

"Dana segar yang mereka miliki dalam jumlah besar bisa membeli oknum-oknum yang berusaha menghalanginya. Sehingga narkoba tersebut bisa lolos ke Jakarta. Jika dibiarkan maka dampaknya akan fatal.

"Tentu bukan hanya anak anak bangsa yang menjadi korban tapi juga anak anak pejabat ysng bermain mata dengan para bandar narkoba, bukan mustahil akan menjadi budak narkoba suatu saat nanti," pungkasnya.

Sekali lagi ia memberikan apresiasi dan rasa bangga atas kinerja Kapolda dan jajarannya.

"Sebab itu IPW memberi apresiasi pada Kapolda Nana yang sudah menangkap narkoba seharga Rp864 miliar itu dan ini suatu nilai uang sangat besar tentunya, yang ke depan diharapkan Kapolda Nana bisa mengungkap kasus-kasus besar lainnya," tutupnya. [INILAHCOM/adc]