BORNEONEWS, Tamiang Layang - Terkait merebaknya virus Corona di Cina, Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur belum memberlakukan larangan makan daging hewan tertentu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur mengatakan bahwa hingga kini belum dapat dipastikan sumber awal virus tersebut. Namun dibanding virus Flu Burung atau Avian Influenza yang menular dari unggas ke manusia, virus Corona lebih berbahaya karena dapat menular dari manusia ke manusia.
"Belum ada larangan makan daging, namun kami menghimbau masyarakat Barito Timur agar memasak daging maupun telur hingga benar-benar matang. Jangan dimakan mentah ataupun setengah matang," kata Simon di Kantornya, Senin, 3 Januari 2020.
Menurutnya, virus Corona ini tidak dapat bertahan pada suhu tinggi sehingga kemungkinan besar tidak dapat berkembang di Indonesia yang suhu udaranya cukup tinggi. Di Wuhan Cina rata-rata suhu udara berkisar pada 10 derajat celcius.
"Kami tidak berani melarang masyarakat makan daging hewan tertentu, namun kami mengharapkan masyarakat mengolah daging maupun telur dengan cara yang benar," imbuh Simon.
--page
Dia mengimbau masyarakat tidak takut secara berlebihan dan mengucilkan keluarga maupun mahasiswa yang dievakuasi dari Wuhan Cina. Sebab, mereka yang dikembalikan ke keluarga nanti sudah dipastikan terbebas virus Corona.
Sekitar 3 orang warga Barito Timur yang kuliah di Cina menjadi bagian dari 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan Cina. Saat ini WNI tersebut akan dikarantina selama 12 hari sebelum nanti dikembalikan kepada keluarga. (BOLE MALO/B-7)








