BORNEONEWS, Palangka Raya - Meski mengalami kehilangan 80 pekerja teknis dari China yang belum bisa kembali karena virus Corona, namun pekerjaan pembangunan PLTU di Tumbang Kajuei, Kabupaten Gunung Mas tetap berjalan sebagaimana mestinya.
"Ya pekerjaan tetap berjalan dengan tenaga yang tidak berangkat Imlek beberapa waktu lalu," ujar Humas PT Hepsec, Chae.
Pria yang berasal dari Wuhan tersebut mengatakan sejak puluhan pekerja dari China tidak bisa pulang karena Corona ada beberapa pekerja yang harus menghendel beberapa pekerjaan dan bahkan lembur.
"Ya mereka lembur kerjanya. Satu orang bisa mengerjakan satu sampai dua jenis pekerjaan," terangnya.
"Kita ingin pekerjaan cepat selesai dan masyarakat di Kalteng bisa cepat juga menikmati aliran listrik," tambahnya.
--page
Sekedar informasi jumlah pekerja China yang saat ini bekerja di PT Hepsec dalam pembangunan PLTU di Tumbang Kajuei tersisa 30 orang. (ARNOL/B-6)








