SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Minimnya curah hujan ternyata terasa dampaknya oleh petani di Kecamatan Jelai. Kondisi ini dinilai kurang menguntungkan.

"Kalau di Sukamara hujannya 10 kali, mungkin di Jelai baru 1 kali," kata Plt Camat Jelai, Muhammad Aini, Selasa, 4 Februari 2020.

Menurutnya, kondisi tesebut kurang baik bagi pertanian di wilayah pesisir pantai. Salah satunya kekurangan pasokan air.

Selain itu, Aini mengharapkan, permasalahan air bersih yang dihadapi masyarakat Jelai bisa teratasi.

"Memang air bersih ini masih menjadi kendala kami hingga saat ini. Terutama saat musim kemarau," tuturnya.

--page

Aini melanjutkan, persedian air bersih memang telah tersedia di wilayahnya, hanya saja cukup menampung untuk satu musim saja, selebihnya sudah habis. (NORHASANAH/B-11)