BORNEONEWS, Sampit - Pembangunan jalan dari Kecamatan Cempaga hingga Seranau terus dilakukan. Bahkan saat ini, yang sudah terbangun mencapai 37 kilometer.
"Saat ini terus berlanjut hingga kantor Kecamatan Seranau," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Machmoer, Kamis, 5 Februari 2020.
Rencananya, panjang jalan yang akan diselesaikan tahun 2020 ini mencapai 53 kilometer. Pembangunan untuk membantu mobilitas masyarakat.
Meski masih dalam tahap pembangunan, jalan tersebut ternyata sudah membantu masyarakat. Terutama para petani karet dan rotan. Karena mereka saat ini tidak kesulitan lagi mengangkut hasil panen dengan kendaraan motor maupun pikap.
"Alhamdulillah meskipun belum sepenuhnya selesai, namun pembukaan jalan ini sangat membantu masyarakat sekitar," kata Machmoer.
--page
Jalan yang saat ini dibangun tersebut akan menghubungkan dari Desa Cempaga Mulia Barat, Dusun Teluk Tiwah, Terantang Hulu, Terantang Hilir, Batuah, Dusun Tamiangan, Seranau, dan nantinya hingga Kampung Melayu. Dengan pintu masuk jembatan yang berada di Kecamatan Cempaga.
"Kami targetkan pembangunan jalan tersebut bisa selesai sesuai target pada 2020 mendatang," harap Machmoer.
Dia mengatakan, jalan tersebut belum beraspal. Diharapkan nantinya, masyarakat bisa merasakan jalur darat yang mulus, tidak lagi mengangkut barang menggunakan transportasi air. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








