SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukamara Rendy Lesmana mengatakan, penyebab banyaknya tananam mangrove yang hilang di sepanjang bibir pantai Kabupaten Sukamara karena dirusak. 

"Seharusnya sepanjang pinggir pantai itu harus ada mangrovenya," ucap Rendy Lesmana, Kamis, 6 Februari 2020.

Menurutnya, tanaman mangrove adalah pembatas antara daratan dan air laut untuk menjaga pinggiran pantai dari abrasi atau kikisan gelombang laut.

"Sehingga pantai yang tidak adanya mangrove nya sekarang harus kita lakukan rehabilitasi, dan untuk saat ini kita belum memiliki data lengkap mengenai panjang pantai yang belum ada mangrove nya," ujar Rendy.

Rendy melanjutkan, dalam rehabilitasi tersebut, akan diketahui apakah tanaman mangrove yang dulunya banyak dipinggiran pantai Kabupaten Sukamara hilang karena abrasi, atau karena faktor dirusak.

--page

"Tetapi memang tanaman mangrove kita banyak yang hilang karena faktornya dirusak," ungkap Rendy. (NORHASANAH/B-5)