BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotim Rudianur mengaku terkejut dengan informasi bahwa ada depo Sampah di sekitar SMPN 3 Sampit, bahkan menyayangkan dibangun dekat sekolah.
Sehingga meresahkan karena bau yang menyengat sehingga menganggu aktivitas belajar dan mengajar di sekolah tersebut saat ini.
“Bagaimana bisa sampai berdampak ke sekolah. Ini artinya ada yang tidak beres dengan pengelolaan sampah oleh depo setempat,” kata Rudianur.
Rudianur mengaku terkejut juga karena pembanguann depo sampah yang berada di lokasi sekolah seperti itu. Semestinya harus dijauhkan dengan lokasi vital seperti sekolah atau sejenisnya.
Karena menurutnya yang namanya sampah pasti menimbulkan efek pencemaran udara, dirinya mempertanyakan seperti apa kajian teknis sebelumnya dari instansi terkait.
--page
Rudianur menyarankan agar dinas teknis segera turun ke lapangan mengecek hal tersebut. Hingga mengatasinya agar tidak memimbulkan polusi udara bagi penduduk dan sekolah yang ada di sekitarnya.
Sehingga persoalan seperti ini segera diatasi, dan dirinya yakin dinas teknis bisa mengatasinya sehingga anak-anak yang sekolah di sekitar itu tidak lagi merasa bau sampah. Karena sedikit banyak itu akan berdampak buruk bagi dunia pendidikan tersebut. (NACO/B-5)








