BORNEONEWS, Sampit - Penyebab truk KH 8680 FM yang dikendarai oleh Ahmad Kholik menabrak sebuah warung di Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diduga karena sopir berupaya mengindari tabrakan dengan mobil.
"Dari keterangan sopir tadi, dirinya berupaya menghindari tabrakan dengan sebuah mobil. Sehingga banting stir ke kiri dan menabrak warung saya," ujar Suharto, pemilik warung yang warungnya ditabrak truk tersebut, Selasa, 11 Februari 2020.
Dari keterangan sopir, saat itu dirinya melaju dari arah Palangka Raya menuju Sampit. Mendekati tempat kejadian perkara, ada sebuah mobil yang mendadak memutar. Sehingga sopir truk tersebut berupaya menghindari dengan membanting stir ke sebelah kiri.
Ternyata, hal itu membuat truk tersebut tidak bisa dikendailkan hingga menabrak sebuah warung yang berada di pinggir jalan tersebut. Beruntung saat kejadian, tidak ada kendaraan lain yang melintas dan warung dalam keadaan kosong.
"Alhamdulillah tidak ada korban, namun warung saya mengalami kerusakan," terang Suharto.
--page
Supir truk sendiri tidak mengalami luka-luka. Saat ini, dirinya berupaya untuk mengevakuasi truk tersebut. Sebab, bagian ban amblas akibat tanah di pinggir jalan itu lemah.
Sedangkan korban sendiri meminta agar sopir truk tersebut mengganti rugi. Kerugian yang dialami korban atas kejadian itu diperkirakan Rp 1 juta lebih. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)








