BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok – Banjir melanda dua desa di Kecamatan Gunung Bintang Awai atau GBA, Kabupaten Barito Selatan sejak Minggu, 9 Febuari 2020. Dua desa yang kebanjiran itu yakni Desa Tabak Kanilan dan Desa Kayumban.

“Intensitas hujan cukup tinggi dalam sepekan terakhir menyebabkan sungai Ayuh dan sungai Ua meluap sehingga merendam Desa Kayumban dan Tabak Kanilan,” kata kepala Pelaksana BPBD Barsel, Alip Suraya melalui kasi Kedaruratan dan Logistik, Suwono kepada Borneonews, Selasa, 11 Febuari 2020.

Suwono mengatakan, untuk Desa Tabak Kanilan banjir melanda di sebagian RT 02 dan RT 10 dengan luasan kurang lebih 10-20 hektar. Yakni mencakup pemukiman warga, perkebunan dan persawahan.

Rata-rata ketinggian air mencapai 40 centimeter. Kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas warga bekerja baik ke kebun dan lain sebagainya terganggu. Bahkan, lanjut dia, jembatan penyeberangan usaha tani sebagai jalan alternatif runtuh akibat limbah kayu terbawa arus sungai.

Sedangkan untuk Desa Kayumban hampir merendam semua desa dengan luasan kurang lebih 20-40 hektar. Sehingga kurang lebih 199 rumah warga terendam banjir dengan jumlah 239 kepala keluarga.

--page

“Mengakibatkan terganggu transportasi karena jalan desa terendam banjir sepanjang 200 meter, bahkan sekolah diliburkan sementara waktu menunggu banjir surut,” beber dia.

Ia menambahkan, akibat banjir itu, masyarakat di Desa kayumban tidak bisa beraktivitas seperti biasa yakni berkebun, menyadap karet, bersawah, mencari ikan bahkan anak-anak tidak bisa bersekolah.

“Tak hanya itu khusus untuk Desa Kayumban warga terancam gagal panen padi,” ucap dia.

Banjir ini, sambung dia, karena tingginya intensitas hujan baik di desa Kayumban maupun di hulu sungai Ayuh dan Sungai Ua. (URIUTU  DJAPER/B-7)