SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini, kekurangan tenaga pengajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih menjadi perhatian pemerintah. Bahkan Dinas Pendidikan daerah ini masih melakukan pendataan kekurangan tersebut. 

"Kami masih melakukan pendataan kekurangan tenaga pengajar tersebut, terutama menganalisis jumlah sekolah dan berapa guru yang seharusnya dibutuhkan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi, Selasa, 11 Februari 2020. 

Analisa tersebut dilakukan, agar bisa mengetahui secara pasti berapa kekurangan tenaga pengajar di Kotim ini. Mereka juga akan menghitung jumlah PNS dan tenaga kontrak, serta honor sekolah.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa selesai, setelah itu baru akan kami ajukan," kata Suparmadi. 

Saat ini cukup banyak guru yang masih berstatus kontrak sekolah. Bahkan jumlahnya sekitar 1.500 orang. Mereka mengisi sejumlah sekolah di Kotim yang memang kekurangan guru.

--page

"Yang pasti kami akan terus berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk dunia pendidikan di Kotim ini. Sehingga kualitas siswanya juga akan lebih baik nantinya," terang Suparmadi. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)