BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Kartika Bhakti, Kecamatan Seruyan Hilir Timur rencananya akan diserahkan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Seruyan ke PDAM Kuala Pembuang.
Plt Direktur PDAM Kuala Pembuang, Ilyas mengatakan, pelimpahan pengelolaan SPAM itu masih harus melalui beberapa alur tahapan. Sebab, di lokasi SPAM tersebut terdapat aset bangunan milik daerah dan pemerintah pusat.
“Terkait ini, rencananya kita bersama Dinas PUPR Kabupeten Seruyan akan berkonsultasi dengan pihak provinsi untuk teknis dan mekanismenya,” kata Ilias, Rabu, 12 Februari 2020.
Selain itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahalu kepada warga desa sekitar yang memanfaatkan keberadaan SPAM tersebut.
“Sosialisasi pelimpahan pengelolaan SPAM ke PDAM ini sangat perlu untuk dapat dipahami dan dimengerti masyarakat setempat,” jelasnya.
--page
Selama ini, jelasnya warga yang memanfaatkan penyaluran air bersih dari SPAM digratiskan. Dan jika nantinya SPAM dilimpahkan untuk dikelola PDAM, maka warga yang ingin memanfaatkannya akan dikenakan biaya pemakaian atau tagihan. (FAHRUL/B-11)








