BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Nelayan tradisional di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masih banyak yang mengabaikan persiapan keselamatan diri seperti pelampung dan alat keselamatan lainnya.
Komandan Pos TNI AL Letda Rio melihat masih banyak nelayan tradisional yang meremehkan persiapan keselamatan diri, sehingga rawan terjadinya laka air.
"Nelayan ini banyak yang tidak membawa jaket pelampung dan beberapa alat keselamatan lainnya, sehingga saat terjadi ancaman badai atau gelombang, para nelayan tidak mampu mempertahankan diri," ucapnya, Rabu, 12 Februari 2020.
Pihaknya sudah sering mengingatkan nelayan agar selalu menyiapkan alat keselamatan, sehingga bila terjadi ombak atau badai besar bisa melakukan tindakan atau antisipasi.
"Bahkan kami sampai bantu mencarikan bantuan pelampung, kita kumpulkan lalu kita bagikan, namun karena banyaknya nelayan, jadi kami ya tidak mampu," ungkapnya.
--page
Pihaknya mendapat laporan ditemukannya salah satu nelayan bernama Asmara (54) di pesisir pantai di tepi laut Dusun Teluk Ranggau, Desa Sungai Cabang kondisi tidak bernyawa belum lama ini.
"Diduga akibat cuaca ekstrem, dan kurang menjaga keselamatan akhirnya kapal klotok kecil miliknya terbalik dan korban pun tewas," pungkasnya. (DANANG/B-6)








