PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Produksi sampah organik maupun non organik di Kabupaten Pulang Pisau cukup tinggi. Setiap bulannya mencapai sekitar 23 ton. 

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulang Pisau, Wartony. Ia membeberkan, untuk menampung sampah-sampah ini pihaknya sudah menyiapkan tempat pembuangan sampah di sejumlah titik. 

"Ada yang berbentuk permanen dan ada juga yang portabel," kata Wartony, Kamis, 13 Febuari 2020. 

Ia menambahkan, saat ini yang paling mendominasi adalah sampah plastik. Produksi sampah plastik di Kabupaten Pulang Pisau paling tinggi dari sampah jenis lainnya. 

"Harusnya penggunaan plastik ini dikurangi oleh masyarakat. Masyarakat diharapkan ketika berbelanja menggunakan tempat sendiri. Seperti bakul, keranjang atau sejenisnya," ucap dia. 

--page

Wartony juga mengimbau agar dalam pembuangan sampah masyarakat mematuhi waktu yang sudah ditentukan. Hal itu untuk mengantisipasi supaya jangan sampai terjadi penumpukan sampah yang bisa membuat pemandangan kota menjadi tidak enak. 

"Petugas kebersihan itu sudah ada waktunya kapan harus mengangkut sampah-sampah yang ada di tempat pembuangan sampah. Sehingga saya harap masyarakat bisa patuh terhadap waktu pembuangan sampah," tegas Wartony. (M. BADARUDIN/B-5)