SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Presentase pengangguran di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), saat ini didominasi oleh masyarakat yang berpendidikan lulusan Sekolah Menengah Kejuaraan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).  

"Mungkin karena lebih selektif dalam mencari kerja, sehingga membuat mereka banyak yang menganggur," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Halikinnor, Kamis, 13 Februari 2020. 

Dirinya menerangkan, hal itu sebenarnya bisa ditangani oleh masyarakat itu sendiri. Asalkan mereka tidak bergantung terhadap pekerjaan menjadi seorang karyawan di perusahaan atau lainnya. 

Tetapi bisa lebih mengembangkan potensi yang ada di dalam diri mereka masing-masing. Terutama dalam mengembangkan usaha yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka. 

"Hal itulah yang menjadi perhatian kami, dan juga menggelar pelatihan kerja, untuk meningkatkan sumber daya penduduk di daerah ini," terang Halikinnor. 

--page

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk yakni 455.409. Angka pengangguran pada 2018 menurut tingkat pendidikan yakni SMK sebesar 31,93%. Sedangkan SMA 21,29%, tamat SMP 18,78%, tamat SD 7,33%, dan tidak tamat SD 17,13%. Adapun yang lulus perguruan tinggi hanya 3,53%. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)