SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Daerah (Sekda) Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor, mengungkapkan butuh upaya yang serius untuk menurunkan presentase angka kemiskinan di daerah ini. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya dengan program dan kegiatan yang tepat sasaran. 

"Harus ada upaya serius yang dilakukan untuk menurunkan angka kemiskinan. Ini merupakan tanggung jawab kami sebagai pemerintah daerah," ujar Halikinnor, Jumat, 14 Februari 2020. 

Dirinya menerangkan, presentase penduduk miskin di Kotim mencapai 6,21% atau 28.200 jiwa pada 2018 lalu. Secara presentase menurun dibandingkan pada 2017 lalu, yakni sebesar 6,24% atau menurun 0,3%. 

Hal itupun menjadi perhatian pihaknya dan bahkan sudah masuk dukumen strategis penanggulangan kemiskinan daerah (SPKD) 2016 - 2021.

Ada 3 program yang terus mereka jalankan secara bertahap, guna menanggulangi tingkat kemiskinan di Kotim ini. Pertama, mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin. Seperti halnya kegiatan yang bersifat pemenuhan hak dasar utama individu dan rumah tangga miskin. Meliputi pendidikan, pelayanan kesehatan, pangan, sanitasi, dan air bersih.

--page

Program selanjutnya yakni meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin dengan cara menyempurnakan dan meningkatkan efektivitas program berbasis pemberdayaan masyarakat.

"Upaya yang dilakukan yakni pendekatan partisipatif berdasarkan kebutuhan masyarakat. Penguatan kapasitas kelembagaan, pelaksanaan kegiatan oleh masyarakat secara swakelola dan berkelompok," kata Halikinnor. 

Terakhir adalah mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil. Meningkatkan akses usaha mikro dan kecil kepada sumberdaya produktif.

Dengan progran tersebut, ia berharap angka kemiskinan di Kotim terus menurun dan dapat mencapai target penurunan sebesar 4-5 persen pada 2021 mendatang. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)