BORNEONEWS, Pulang Pisau - Hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulang Pisau bekerjasama dengan Pusat Penelitian Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan di Jakarta, terhadap bocah 7 tahun berinisial Yov sudah keluar. Dari hasil uji sampel darah, cairan dan sebagainya itu, Yov meninggal bukan karena virus Japanese Enchepalitis (JE).
Kepala Dinkes Kabupaten Pulang Pisau, dr Muliyanto Budihardjo membenarkan hal itu. Mul mengatakan, Yov meninggal memang penyebabnya adalah bakteri.
"Tetapi bukan virus JE. Bakteri itu menembus bagian sistem fatal pada tubuh korban. Sehingga menyebabkan korban meninggal," kata Mul, Sabtu, 15 Febuari 2020.
Dia melanjutkan, tidak diketahui berapa lama bakteri itu bersarang di tubuh korban. Namun, korban saat itu mengalami radang otak.
"Radang otak ini bisa disebabkan berbagai hal. Bisa karena pernah jatuh dan kepala terbentur, bisa karena virus dan juga bisa karena bakteri," beber dia.
--page
Dia menambahkan, dari hasil uji sampel itu diketahui bahwa radang otak yang diderita Yov karena bakteri. Mul menegaskan, bakteri ini dapat menyerang jika sistem kekebalan tubuh sangat lemah.
"Kuncinya itu sebenarnya pada tubuh kita. Jika sistem kekebalan tubuh kita kuat, maka penyakit atau bakteri itu tidak ada mudah masuk," pungkasnya. (M.BADARUDIN/B-7)








