PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selain ajang berkumpul dan diskusi antar tokoh masyarakat, agama, adat dan akademisi se Kalteng, kegiatan silaturahmi yang digelar Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Sabtu 15 Februari 2020 malam juga menjadi ajang temu kangen H Abdul Rasyid AS dengan berbagai tokoh Dayak yang menjadi sahabatnya sejak muda.

Salah satunya Inun Naseh atau Indu Lawit. Ia juga turut hadir dalam acara silaturahmi di kediaman H. Abdul Rasyid AS, Jalan Hasanudin Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

"Saya mengenal pak Rasyid sejak masih muda. Rasanya usia beliau saat itu sekitar 23 tahun. Waktu itu dia menginap di Hotel Adidas milik saya," jelasnya.

Selama mengenal pribadi H. Abdul Rasyid AS diakuinya bahwa yang bersangkutan memiliki kepribadian baik. "Menurut saya kepribadiannya khas Dayak yang berasal dari pedalaman. Di antaranya ringan tangan dan sangat perhatian," jelasnya.

Walau demikian H. Abdul Rasyid AS memiliki keuletan dan kegigihan dalam bekerja yang melebihi dari kebanyakan orang yang dikenalnya.

--page

"Saat beliau menginap di Hotel Adidas bila mengurus bisnis di Palangka Raya, sering ngobrol dengannya saat sedang santai. Memang saya akui bahwa pola pikir beliau sangat maju dalam urusan bisnis. Saya juga menyaksikan jatuh bangun beliau dalam berbisnis. Jadi kesuksesan beliau saat ini rasanya wajar lantaran usahanya yang sangat luar biasa," jelasnya.

Indu Lawit juga merasa aneh bila ada orang yang mengatakan H. Abdul Rasyid AS bukan orang Dayak dengan maksud yang tidak diketahui.

"Rasanya aneh saja, karena beliau memang orang Dayak. Bahkan beliau masih memiliki sandung yang berisi tulang belulang lelulurnya yang masih beragama Kaharingan. Saya rasa orang yang mengatakan hal itu lantaran ia tidak mengenal siapa H Abdul Rasyid AS," tegasnya. ( WAHYU KRIDA/B-5)