SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebuah mobil SUV berwarna merah peserta Time Rallya Wisata Kota Sampit tampak berhenti di salah satu persimpangan jalan Kota Baamang. Driver bersama navigator yang merupakan suami istri itu tampak berdebat menentukan rute.

Mereka berupaya menentukan kesepakatan untuk mengambil rute yang benar, sesuai dengan soal yang diberikan panitia. Meski terlihat pasangan suami istri itu beradu suara.

Begitulah gambaran pelaksanaan Time Rally Wisata Kota Sampit dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Kotawaringin Timur yang dilaksanakan Korwil IMI Kotim, Minggu, 16 Februari 2020. 

Ada empat kelas yang dipertandingkan dalam kegiatan itu, mulai dari Kelas Pemula Instansi Kalteng, Kelas Pemula Kotim, Kelas Pemula Kalteng, dan Kelas Pemula Wanita Kalteng.

"Di kegiatan seperti ini harus mengutamakan kekompakan. Tadi memang saya sempat berdebat dengan navigator. Tapi tidak pakai emosi. Dan disitu serunya. Intinya di kegiatan ini harus kompak," kata Bupati Kotim, Supian Hadi yang menjajal langsung rute rally sebagai peserta.

--page

Tak hanya itu, rute yang diberikan panitia pun sedikit mengecoh banyak peserta. Terutama di pos-pos yang harus disinggahi untuk mendapatkan stempel rute.

"Di etape pertama, saya tadi terkecoh dengan rutenya. Di pos stempel juga. Saya kira awalnya pos palsu, ternyata pos rute. Mau protes ke panitia, tapi di aturannya harus bayar. Saya protes di sini (sambutan) saja," ujar Ketua KONI Kotim, Ahyar Umar seraya tertawa.

Ahyar Umar juga berpartisipasi dalam event tersebut sebagai peserta, dan istrinya sebagai navigator.

Sementara itu, Kabag Umum Setda Kotim, Raihansyah yang meraih juara III pada Kelas Pemula Kotim turut bangga dengan event yang dilaksanakan itu.

"Memang rutenya agak sedikit menipu. Di etape pertama kami mungkin kehilangan banyak poin. Tapi belajar dari itu, di etape kedua memerbaiki kesalahan. Dan Alhamdulillah meraih juara III, itu di luar ekspektasi saya dan navigator," kata Raihansyah.

--page

Ketua Korwil IMI Kotim, Dedy Purwanto menambahkan event seperti ini memang lama tidak digelar. Dan dia bersyukur, saat event digelar partisipasi dari masyarakat cukup tinggi. 

Sementara, Sekda Kotim, Halikinnor sebagai pembina event tersebut, saat penutupan mengharapkan kegiatan serupa bisa dilaksanakan lagi nantinya. Bahkan, agar lebih meriah.

"Kalau bisa di event ini kita juga memberdayakan masyarakat yang berjualan kuliner di Sampit. Misalnya, peserta rally harus singgah membeli kuliner warga. Saya yakin, itu akan lebih mempromosikan Sampit sebagai Kota Tujuan Wisata," katanya. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)