BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), H. Rudianur menyebutkan harusnya pemkab punya kebun sendiri. Dia sangat menyayangkan pemkab tidak memiliki usaha yang jadi andalan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor usaha perkebunan.
Seharusnya sejak awal investasi itu masuk ke Kotim, pemerintah melihat peluang itu. Jangan malah ketinggalan membangun usaha perkebunan yang jadi lumbung pendapatan daerah.
“Sangat disayangkan itu. Kenapa sejak dulu banyak PBS masuk, justru pemerintah kabupaten tidak ikut juga membangun kebun di bawah Badan Usaha Milik Daerah,“ kata Rudianur, Rabu, 19 Februari 2020.
Menurut Politisi Golkar Kotim ini, keterlanjuran itu bedampak hingga sekarang. Pemerintah kabupaten harus ekstra keras berpikir untuk mencapai sumber-sumber pendapatan di daerah untuk membiayai pembangunan.
Dengan kondisi APBD Kotim saat ini Rp 1,9 triliun dengan sumber PAD hanya Rp 300 miliar, masih jauh ideal dengan kebutuhan. Mestinya untuk Kotim ini perlu APBD minimal Rp 4 triliun untuk menyelesaikan semua pekerjaan dan program.
--page
Seandainya, kata dia Kotim punya kebun paling kecil saja 10 ribu hektare maka bisa menghasilan pendapatan yang besar. Tetapi anehnya, pada saat itu pemerintah kabupaten tidak berpikir untuk berinovasi ke sektor itu.(NACO/B-11)








