BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala SMAN 1 Pematang Karau Kabupaten Barito Timur Lishawati, berharap Perusahaan Besar Swasta atau PBS bidang perkebunan sawit yang beroperasi di Kecamatan Pematang Karau agar memiliki kepedulian bagi penyediaan prasarana pendidikan di sekolah tersebut.
"Banyak perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Pematang Karau, tapi tidak mau ikut berkontribusi memajukan sekolah ini," kata Lishawati, Kamis, 20 Februari 2020.
Harusnya, lanjut Lishawati, perusahaan yang kebunnya sudah pruduktif atau panen buah sawit dapat membantu sarana prasarana sekolah yang ada di wilayah perusahaan beroperasi.
"Banyak disini siswa siswi kami yang berprestasi. Seharusnya mereka pihak perusahaan dapat mensupport dengan cara membantu ala kadarnya," imbuhnya.
Lishawati mencontohkan, sekolah yang dipimpinnya membutuhkan bantuan rehabilitasi prasarana olahraga yaitu lapangan voli, badminton dan futsal.
--page
"Saat ini ia prasarana olahraga itu sudah tidak layak lagi untuk digunakan, tapi karena tidak ada pilihan lain terpaksa yang ada dimanfaatkan anak-anak kami," ungkapnya dengan nada sedih.
Lishawati juga menyampaikan, pada bulan Oktober nanti SMAN 1 Pematang Karau akan menggelar temu OSIS se DAS Barito. Dengan kondisi seperti saat ini, ia menilai akan sulit menjadi tuan rumah karena masalah keterbatasan sarana dan prasarana sekolah.
Dia berharap dibantu oleh PBS yang ada di Kecamatan Pematang Karau agar kegiatan tersebut tidak dialihkan ke sekolah lain karena pegelaran acara ini penting untuk memotivasi siswa dan menjadi kebanggaan Kabupaten Barito Timur.
"Kita sangat bangga karena sudah ditunjuk sebagai tuan rumah untuk Temu OSIS oktober mendatang, tapi kalau melihat kondisi seperti ini kemungkinan kita tidak mampu," kata Lishawati. (BOLE MALO/B-5)








