BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 9 murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) korban keracunan masal hari ini masih belum masuk sekolah. Sedangkan 11 orang lainnya dan seorang guru sudah bisa mengikuti proses belajar mengajar.
"9 murid itu masih izin tidak masuk sekolah, karena masih ingin beristirahat. Sedangkan yang lainnya sudah bisa masuk, termasuk wali kelas," kata Kepala SDN 5 Baamang Hilir, Al Fian Malik, Jumat, 21 Februari 2020.
Kendati demikian, kondisi 9 orang tersebut sudah membaik dan sudah keluar dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit. Kalau memang nantinya mengalami keluhan kembali, maka langsung dibawa ke rumah sakit.
"Alhamdulilah semua sudah mulai sehat, hanya sedikit radang saja. Sehingga 9 orang itu kami perbolehkan istirahat dulu di rumah masing-masing," kata Al Fian.
Selain itu, Wali Kelas II B SDN 5 Baamang Hilir Satinah, juga sudah bisa mengajar dan masuk kelas. Walaupun kemaren juga sempat dirawat di rumah sakit.
Sementara, pada Kamis, 20 Februari 2020 kemaren, sebanyak 20 orang anak dan 1 orang wali kelas menjadi korban keracunan massal. Peristiwa itu terjadi setelah mereka memakan kue ulang tahun di sekitar Pasar Keramat. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








