BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Handoyo J Wibowo menilai pemerintah selama ini terlalu banyak menganggarkan untuk proyek besar, sehingga banyak program skala kecil terabaikan.
Kondisi ini diharapkan tidak terulang kembali di 2021. Pemerintah wajib mengalokasikan untuk penyelesaian program kecil yang anggarannya tidak seberapa besar.
Proyek kecil dimaksud seperti halnya, pembenahan dan peningkatan jalan lingkungan permukiman, perbaikan sekolah, puskesmas hingga kegiatan skala penunjukan langsung.
“Pemerintah belakangan ini terlalu fokus dengan kegiatan proyek besar, akibatnya proyek-proyek skala kecil yang seharusnya dilaksanakan setiap tahun itu jadi terabaikan,” kata Handoyo, Rabu, 26 Februari 2020.
Menurutnya jangan dianggap sebagai persoalan kecil seperti pembangunan gang, jembatan dan jalan warga. Itu sebenarnya yang harusnya diselesaikan. Karena itu merupakan jalan lingkungan yang secara langsung jadi aspirasi pembangunan berasal dari masyarakat.
--page
Handoyo meminta kepada Pemkab Kotim khususnya Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam pengusulan anggaran di tahun berikutnya memperhatikan rekomendasi dari DPRD. Jika tidak mereka tidak segan-segan akan menolak program usulan dari masing-masing SOPD.
"Intinya kendali penganggaran ini ada di TAPD eksekutif. Makanya pagu indikatif untuk SOPD harus memperhatikan asas manfaatnya kepada masyarakat. Jangan sampai program masyarakat banyak ditunda-tunda karena rendahnya keberpihakan anggaran kepada sektor kebutuhan publik,” pungkasnya. (NACO/B-6)








