BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotim Bima Santoso mengungkapkan ada oknum petugas lapangan pertanian atau penyuluh pertanian lapangan (PPL) kurang aktif di wilayah Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim.
Maka dari itu ia meminta agar dinas terkait menegur oknum tersebut. Hal ini berdasarkan laporan warga dan kelompok tani kepada dirinya.
“Ada petugas PPL yang jarang turun ke lapangan, ini mesti jadi perhatian dan dievaluasi," kata Bima Santoso, Jumat, 28 Februari 2020.
Ia mengungkapkan jika sektor pertanian di Kotim ini harus tetap di dukung penuh. Diantaranya mulai dari petugas penyuluh lapangan dan pendamping petani harus diperbanyak.
Sebab banyak petugas lapangan yang mau pensiun maka perlu ada pengangkatan penggantinya. "Pengganti ini apakah tenaga honorer atau tenaga PNS, setiap tahun mesti ditingkatkan jumlahnya,“ kata dia.
--page
Diungkapkannya, jika pihaknya memang fokus kepada bidang pertanian. Apalagi belakangan ini sektor pertanian mulai kelihatan hasilnya. Sektor ketahanan pangan jangan sampai terlupakan.
Keberadaan penyuluh dan petugas lapangan itu tidak bisa diremehkan sebab mereka sebagai ujung tanduk untuk mencapai rencana besar pemerintah di bidang pertanian.
Dia meminta Pemkab Kotim setiap tahun harus dialokasikan anggaran untuk pembinaan dan peningkatan SDM petugas pertanian maupun petani.
Dia juga merasa perlu pemerintah mencadangkan kawasan pertanian ini melalui sebuah peraturan daerah. Dengan begitu nantinya alih fungsi lahan pertanian masyarakat tidak bisa dilakukan secara mudah. (NACO/B-5)








