BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur, M. Abadi meminta agar persoalan penerangan bagi masyarakat di utara Kotim bisa diselesaikan. Menurutnya, persoalan jaringan listrik masih jadi keluhan warga sejumlah desa.
Terkait itu, Abadi prihatin lantaran banyak desa di sana yang belum tersentuh listrik. Padahal kondisi penerangan ini sangat dibutuhkan bagi masyarakat di sana.
"Saya meminta agar Pemkab Kotim memerhatikan persoalan ini. Agar jaringan listrik bisa masuk," tegas Abadi, Minggu, 1 Maret 2020.
Dia mengatakan, Pemkab Kotim harus tegas, jika melalui jaringan PLN tidak bisa diuapayakan sesegera mungkin masuk, maka harus bisa menekankan perusahaan.
Yakni, agar perusahaan sekitar bisa mengaliri listriknya kepada warga di wilayah kerja atau investasinya. Karena dengan begitu listrik di sana bisa teraliri.
--page
"Saat ini kondisi penerangan antara perusahaan dengan warga sekitar jauh perbedaannya. Kondisi ini harusnya jangan sampai terjadi, manfaatkan CSR perusahaan untuk membantu penerangan warga," tegasnya. (NACO/B-11)








