PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Beta Syailendra mengatakan, orang tua khususnya di Kota Cantik harus mawas diri, belajar sabar dan mendidik anak-anaknya tanpa kekerasan.

"Mendidik anak dengan tegas dan keras menurut saya adalah hal yang berbeda. Tegas, bukan berarti kita tidak sayang. Tetapi kalau keras, akan muncul tindak kekerasan baik secara fisik maupun verbal yang keduanya memiliki konsekuensi tidak baik bagi tumbuh kembang anak," kata Beta kepada Borneonews, Sabtu, 1 Maret 2020.

Menurut Beta, di saat memisahkan tindakan tegas dan keras inilah diperlukan kebijaksanaan orang tua dan aksi mawas diri di dalamnya.

"Sebelum memberi teguran, orang tua harus berpikir kembali dampaknya bagi psikologis anak. Jika bisa hindari hal-hal tersebut diberlakukan pada seorang anak, orang tua perlu melatih diri untuk mengungkapkan amarah tidak dengan cara membentak atau sebagainya," kata Politisi PAN Kota Palangka Raya ini.

"Makanya perlu belajar, perlu tawakal, sabar. Namanya juga anak-anak. Kalau memang keterlaluan, beri hukuman yang sewajarnya misalnya dihukum mengepel rumah atau membersihkan kamarnya, hukuman yang bermanfaat,"

--page

"Jangan malah diikat di tiang kayu dan lainnya, kasihan. Seumur hidup anak itu akan trauma," bebernya. (TESTI PRISCILLA/B-7)