TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Ketua Kelompok Tani Suka Maju Desa Ramania Kecamatan Patangkep Tutui Kadri, mengaku mengalami kerugian akibat curah hujan tinggi di hulu yang menyebabkan Sungai Patangkep meluap.

Sungai yang meluap itu lalu mengakibatkan banjir berikut menggenangi kolam ikan miliknya seluas 8 X25  meter. Padahal, ikan peliharannya itu sudah siap panen. Ia pun merugi karena sebagian besar ikan di dalam kolam ikut terbawa arus banjir.

"Bibit ikan nila yang saya tabur di kolam ini ada sekitar 10 ribu, sudah siap panen karena sudah 2 bulan, sekarang paling sisanya tinggal 30 persen karena kolamnya tergenang banjir dari tadi malam hingga sore ini," kata Kadri di Desa Ramania, Minggu, 1 Maret 2020.

Dia memperkirakan, jika panen ikan nila dari kolam itu berhasil, maka akan meraih omset penjualan Rp 20 juta.

"Kalau kondisi sekarang saya justru merugi karena untuk beli pakan saja sekitar Rp 6 juta saya habiskan," imbuhnya.

Selain kolamnya tergenang banjir, sebagian besar lahan sawah miliknya dan anggota kelompok tani yang lain juga tergenang banjir.

--page


"Semoga banjir ini tidak lama karena padi sudah mulai diserang hama. Kami berharap dinas pertanian bisa segera membantu pestisida untuk mengatasi hama," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ramania, Harmansyah berharap Dinas PUPR dapat menuntas normalisasi sungai Dahirang sepanjang 2 kilometer. Sehingga, aliran sungai bermuara kembali ke Sungai Patangkep dan dapat mengalir dengan lancar. Dengan begitu, lahan sawah tidak lagi tergenang banjir. (BOLE MALO/B-7)