MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Seiring kemajuan zaman, Desa Luwe, Kacamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara semakin berkembang. Aktivitas warga juga semakin bertambah seiring banyaknya perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Namun, kondisi infrastruktur menuju desa itu yang masih menjadi catatan. Sebab, jalan tersebut masih terdampak banjir. Selain membuat aktivitas warga terhenti, juga menyebabkan kerusakan jalan.

Sekretaris Desa (Sekdes) Luwe Hulu Joto mengatakan, jalan Lahei-Luwe menghubungkan dua kecamatan merupakan satu-satunya akses jalan darat bagi kendaraan roda empat. Adapun Jembatan Luwe berada di perbatasan Desa Luwe Hulu dan Luwe Hilir.

"Kendalanya, saat banjir jalan sepanjang 300 meter dan Jembatan Luwe selalu tergenang air. Angkutan roda empat harus menunggu sampai air surut baru bisa melintas. Sembako dilangsir lewat jalan kampung," kata Joto, Minggu, 1 Maret 2020.

Joto menuturkan, jalan sepanjang itu sudah ditimbun sampai ketinggian 2 meter. Tetapi begitu air surut, jalan yang ditimbun tanah merah kembali hancur karena dilewati kendaraan roda empat.  

--page

"Itu masalahnya. Kami sudah usulkan untuk perbaikan secara permanen. Namun tergantung anggaran," papar Joto.

Salah satu solusi, sambung Joto, melalui peninggian jalan semacam fly over dan jembatan ditinggikan dengan konstriksi non kayu. Dana yang dibutuhkan jelas besar, sehingga ia menilai tidak mungkin dialokasikan melalui DD dan ADD.

Dia menambahkan, jalan dan Jembatan Luwe sangat strategis, karena menghubungkan dua kecamatan dengan ibu kota kabupaten. Desa Luwe merupakan tujuan antara, karena kendaraan roda empat banyak pula yang menuju Desa Karendan dan Desa Haragandang, serta desa-desa lain di bagian hulu Sungai Lahei. (RAMADHANI/B-7)